Dalam hari rabu, tepat pukul 06.00 Pagi
Aku ditemani oleh beberapa buku yang baru saja ku baca semalam
Entah apa yang membuatku menjadi bangun, karena sesungguhnya hari ini malam berkelut
Sebuah buku kosong memanggilku, dan memaksaku untuk bersua
Tapi apa daya aku hanyalah Dua kata dan tidak ada kata lain selain dua kata itu.
Mendung selalu datang menemani ku juga logika
Rasanya tak sanggup aku membuat secangkir susu atau membuat sereal untuk pagi ku
Apalagi aku harus membangunkan fajar yang tak kuinginkan?
Rasanya hampa, tak ada yang harus ku bangunkan, termasuk pagi.
mengutuk selalu menjadi malam kelabu, dan panji selalu abu abu
Tak ada lagi rasanya pohon kelapa tangguh
Tak ada lagi rasanya pondasi baja kuat
Tak ada lagi langit langit menggambarkan
Tak ada lahi pensil warna disitu
Tak ada lagi merah kuning hijau biru, bahkan merah muda sekalipun.
Rasanya hamparan antariksa hitam dan beribu meteoroid saling bertabrakan
Karena hitam, menguasa
Dan hari ini pagi yang tak dibangunkan terjadi, dan aku menyimak nya.





