Thursday, 10 August 2017

Puisi seorang budak merindukan asa

manakala hati ini rindu
ketika bulan bintang bertemu
seketika hati sedu membiru
dihamparan langit membentang jauh

manakalah hati ini lelah
menanti asa yang tak kunjung datang
melelahkan, ya sangat lelah
berdatang hari silih berganti menyapa
"hai, asa tak kunjung usai! sudahlah.

seketika hati bagai menusuk
tajamnya duri bak samurai merasuk
bersanding mesra dengan kembang masalalu mu
sakit? ya.. sakit meradang ke hulu
tak kala hati ini sakit bersama virus membunuh
sial, kuhancurkan kau bersama kembang mu wahai racun

namun dari malam kelabu ini
ada lelah menantiku dalam sepi
mengajari arti dari makna kepercayaan dan mati
mati rasa mengikis pedih dihati
percuma saja peluh ini bercucuran namun tak kau hargai
mempercayai ia kembali pada masalalu nan pedih
walau sakit karna langkah ini serasa percuma memberi