Dalam hati masih
bertanya
Kapan terakhir kali
hujan menerkam ku dalam takut?
Dalam benak masih
bertanya
Kapan terakhir kali
keluar dalam badai?
Mengapa aku selalu
berteduh kala hujan datang?
Sementara paying diciptakan
untuk melindungi dalam hujan?
Bukannya mudah tinggal
buka saja payung dan gunakanlah diatas kepalamu?
Namun mengapa aku masih
tetap bertahan dalam hujan, berteduh dalam dingin?
Mungkin kegilaan sudah
merenggut otak ku
Sehingga logika tidak
sebanding dengan jalan yang terbentang luas
Apa salahnya memilih
didepan mata yang lebih mudah,
Sedang kita memilih
jalan pintas yang dianggap pantas?
Tapi aku ya aku. Aku masih
berteduh dalam hujan
Tak heran dingin badai
hingga petir menerjangku
Walau bahaya didepan
mata, namun aku tak peduli.
Tak pernah berlogika,
tak pernah bersua, dan tak pernah sekalipun mencoba
Hanya aku, dan hujan.
Resiko dan kematian.