Saturday, 13 August 2016

Berteduh dalam hujan

Dalam hati masih bertanya
Kapan terakhir kali hujan menerkam ku dalam takut?
Dalam benak masih bertanya
Kapan terakhir kali keluar dalam badai?
Mengapa aku selalu berteduh kala hujan datang?
Sementara paying diciptakan untuk melindungi dalam hujan?
Bukannya mudah tinggal buka saja payung dan gunakanlah diatas kepalamu?
Namun mengapa aku masih tetap bertahan dalam hujan, berteduh dalam dingin?
Mungkin kegilaan sudah merenggut otak ku
Sehingga logika tidak sebanding dengan jalan yang terbentang luas
Apa salahnya memilih didepan mata yang lebih mudah,
Sedang kita memilih jalan pintas yang dianggap pantas?
Tapi aku ya aku. Aku masih berteduh dalam hujan
Tak heran dingin badai hingga petir menerjangku
Walau bahaya didepan mata, namun aku tak peduli.
Tak pernah berlogika, tak pernah bersua, dan tak pernah sekalipun mencoba
Hanya aku, dan hujan.

Resiko dan kematian. 

0 comments:

Post a Comment