“Inget ya ini semua salah kamu!”, ucapku pada sosok berjubah hitam
berparas tampan namun mempunyai hati bagai iblis. Ya dia adalah iblis.
“what the hell? I just make
opportunity and i just wanna help you. Saya tidak mau disalahkan!”. Ini
yang membuatku kesal. Terperangkap pada perjanjian bodoh dengan iblis.
“why? Why are you doing
here? Menjebak aku dalam permainan kamu?”
“Ingatkah kamu, bahwa sesungguhnya aku sang penentang tuhan, sang
iblis telah membuat kesepakatan dengan tuhan untuk tidak mengikuti seluruh
perintah Nya. Jangan bilang kau tidak tahu akan hal itu.” Yes, i dont know about that. But why?
“dan sekarang kau ingin menebus kesalahan kamu dengan lompat dari
sini? Hahahaha.. justru itu yang aku harapkan. Kau jatuh mati bak bangkai
anjing yang berada disana. Dari sini aku hanya menyaksikan kebodohan yang kamu
buat dan menantimu di neraka bersama ku. Ayo silahkan kau lompat dari sini!”,
lanjutnya. Iya aku dan iblis itu sedang berada diatas loteng ketinggian 20
meter. Angin disini cukup kencang dan bisa saja angin itu mendorongku untuk
jatuh ke dasar. Tapi apakah aku bisa menanggung dosa yang telah aku lakukan?
Iblis terkutuk! Aku akan segera membunuh mu kelak. Soon, i will kill you and together will die in the hell.
Before that, i......
Dalam malam yang gelap, aku seolah tidak mempedulikan perasaan ku
yang selalu membuat ku sengsara. Menikmati penderitaan ku dengan melihat semua
orang bahagia melihat derita ku. Aku benar benar merasa dipenjara oleh penyakit
ini. Hati yang tak bisa berjalan bersama logika. Ilmu tentang rasionalisme
tidak ku pakai semenjak aku merasakan penyakit hati yang telah akut ku derita.
Apa yang sebenarnya ingin ku perbuat? Dan haruskah aku terjebak dalam situasi
yang sempit seperti ini? Tak peduli. Aku saja tak mempedulikan hidup ku. Ku
nyalakan rokok dan ku hisap bersama dengan segelas vodka yang barusan ku colong
dari teman ku. Benar benar terasa abu abu. Aku tak peduli dengan ini semua.
Yang ku pedulikan adalah bagaimana aku tenang.
“Hey you my lady. I know how
do you feel that. I know what do you want. I’ll help you. I’ll help you. Join
me.”, suara itu, berasal dari luar jendela kamar ku. Siapakah dia? Berani
nya ia menyelinap ke rumah orang? Dasar manusia tidak sopan.
“Who are
you? What are you doing here?”
“Take it
easy my lady. Im your angle. I’ll help your problem.”
“Tahu apa kau tentang permasalahan ku?”
“Hahaha.. aku tahu semua yang kau gumankan dalam hati mu. You want to killing someone? Right?”,
bagaimana dia bisa tahu apa yang aku inginkan sekarang? Sebenarnya siapa dia?
Dan bagaimana dia bisa berada disamping ku sekarang?
“Bagaimana kau tahu? Siapa kau sebenarnya?”
“saya bilang dari awal saya adalah malaikat mu. Saya bisa bantu
kamu balas dendam dengan dia. Saya bisa mewujudkan keinginan mu dalam waktu
sekejap.”, but impossible. Mana mungkin malaikat akan membantu keinginan ku?
Mungkin karena efek meminum vodka berlebihan. Dan tak terasa aku sudah
menghabiskan dua botol vodka.
“Aku akan mengabulkan permintaan mu, if your life has be mine. Deal?”, entah mengapa aku? Entah apa yang
aku pikirkan sehingga aku membuat kesepakatan dengan iblis itu.
“Baik, aku akan terima tawaran mu itu.”. dengan segala kebodohan
ku aku terima tawarannya. Dan aku akan menjalan kan aksi balas dendam ku
padanya. Iya, orang yang sudah membuatku seperti ini.
******
Pukul 00.13
am
Aku mendatangi sebuah club, dimana dia ada disana. Dan benar saja,
aku menemukan dia sedang bercumbu dengan seorang PSK murahan. Jijik melihat dia
dengan wanita rendahan seperti dia. Aku benci hal ini, benci.
“Take it easy my lady. Remember our planned. Jangan kau kacaukan
rencana yang telah kita buat!”, seperti biasa pria berjubah selalu ada
didekatku. Untuk melancarkan aksi itu, aku menyamar sebagai pelayan club itu
dan menawarkan minum yang sebelumnya sudah kuberikan darah anjing yang
sebelumnya ku bunuh dijalanan agar ia menjadi lebih mabuk dan lebih menggila.
“ini pesanan tuan. Silahkan diminum.”. lalu aku pergi melihat dari
kejauhan bagaimana reaksi dari dia. Dan benar saja. Ia menjadi menggila akibat
minuman yang ku berikan dia minum. Lalu iblis itu menuntun dia untuk keluar
dari club. And that’s right, dia sekarang berada didalam mobil ku. Iya, hanya
aku dan dia berdua dalam mobil ku. Ia sedang tidak sadarkan diri. Tertidur
pulas dengan ocehan ocehan yang ia lontarkan. Mungkin ia sedang terpengaruh dengan
darah anjing itu. Aku membawanya ke tempat yang selalu kita datangi waktu dulu.
Iya aku dan dia akan pergi ke puncak dan disanalah aku akan menghabisi nyawa
nya dengan tangan ku sendiri. Aku dan si iblis itu tertawa lepas atas rencana
yang kita buat, and it’s working. 2
jam perjalanan dan akhirnya aku sampai pada tempat tujuanku. Tempat menjadi
saksi bisu atas perbuatan ku.
“Alivia, i
know you here right now. Im so sorry, it’s all my mistake. I had make you
disappointed with me. I can’t be your dearest forever. I can’t be yours. But i
just wanna say, i always love you forever.”, ucapan nya yang mengigau itu
membuatku tidak berdaya. Entah apa yang terjadi pada ku saat itu, aku
memutuskan untuk membatalkan aksi pembunuhan itu. Dia pun terbangun dalam pengaruh
minuman itu.
“Why Denta?
You know, im affraid what you did last night, when you leave me. In here.. why
did you say? I don’t understand until now.”
“Alivia,
forgive me. You can killing me, in here, right now. I know you want to kill me
now. Please, killing me hardly.” Ucapan itu,
benar benar membuat ku tak bisa melakukan itu. I can’t...... i can’t.........
“Please tell
me the truth. What is happen?” tak lama ia mengambil sepucuk surat dari
dompetnya, ia memberikannya padaku. Dan ia mengeluarkan pisau nya untuk
diberikan padaku.
“please
killing me!”
“I
can’t.....”, tak lama ia menarik lenganku dan pisau itu menusuk dada nya,
tepat dijantung nya. Kami pun dalam keadaan berpelukan, pelukan penuh darah.
Benar benar hal yang tak ku inginkan. Mengapa ia melakukan itu sendiri?
“Someday,
you’ll know what am i doing now. But i just want to tell you, in the hell i
always love you. Because you’re my last, my destination.”. dan ia
memejamkan mata nya untuk selamanya. Forever,
he can’t open his eyes. Ku baca surat yang ia berikan kepadaku sambil jasad
nya menempel dibadanku, dalam pelukan ku.
Dear Alivia,
My dear
Before you
read this letter, maybe i had going to far away. Maybe i can’t open my eyes,
can’t hold your hand, really can’t to do something that make you happy.
Alivia..
I know you,
and you really dissappointed with me. Forgive me. I must to leave you. Doesn’t
matter what you said that, i really sorry..
Alivia..
You know, i
really love you? Maybe you didn’t know about my feel. Actually, i was exposed
to the disease of HIV/AIDS. Last night, when i met you and i was S*x with the
other girl. Honesty, i dont want to did it. It’s all my fault. I was tempted by
the devil’s seduction betrayed you. I was maked agreement with him. Because i
stress. My parent’s wanna me a get married with the other girl, not you. And
why i was did it? Why i maked agreement with him? I don’t know.
Alivia..
Forgive me i
make you hurt by me.
Forgive me
if i always love you..
Forgive me i
must to did it likethat.
Forgive
me... i must go to hell..
Denta
Oh My God, Denta....
aku selalu berpikir kau mengkhianati cinta ku. Ternyata aku salah. Maafkan aku
denta. Maaflkan.. aku menangis dipelukan jasad denta. Semua salah mu iblis.
Salah mu.. SALAHMU!!!
********
Top Of the Building, i and this devil.....
“Jelas ini salahmu. Kenapa kamu menghasut ku dengan seperti ini?”
“Simple. Kamu adalah manusia lemah. Lemah akan iman kamu, lemah
akan cara berpikir mu. Dan sekarang kau membunuh denta. Dan jelas ini adalah
tujuan ku”. Aku tidak pernah menyangka aku terperangkap dengan iblis ini. Aku
benar benar menyesal. Namun tanpa berpikiran panjang, aku menarik nya dan
membawanya melayang bersama ku, menarik nya dan membawanya mati bersamaku.
Bersama penyesalan yang sudah kuperbuat selama ini. Bersama kesalahan yang
selalu membuatku tidak bisa memaafkan diriku. Membuatku merasa bodoh.
“Percuma kamu bawa saya. Saya akan tetap hidup hingga akhir zaman.
Dan kau adalah puluhan juta orang yang sudah berhasil ku hasut.”
“memang kamu tidak akan bisa mati dengan mudah. Namun pada hari
kiamat nanti, kau akan bertemu dengan ku di neraka. Kita akan sama sama
menikmati hukuman tuhan kepada kita. Ingatlah itu!!”
Dan sekarang aku adalah jasad yang sudah mati akibat kebodohan ku
sendiri. Aku dengan simbahan darah yang menghiasi jalanan itu. Aku yang
tidaklah indah seperti dulu. Aku yang sekarang sama dengan bangkai anjing
dijalanan sana. Mungkin kematian ku akan menjadi penyesalan ku. Namun aku dapat
menebus semua kesalahan ku di neraka. Dan sang iblis tertawa lepas dari atas
gedung di ketinggian 20 meter. Seolah ia sudah berhasil membuktikan sumpah nya
kepada tuhan. Akulah jutaan orang dari perangkap iblis itu. Akulah satu dari
puluhan juta yang bernasib sama dengan korban iblis itu. Aku, denta, dan
puluhan juta umat manusia yang terpenjara dengan kesepakatan iblis.






0 comments:
Post a Comment