Sunday, 24 April 2016

Agreement..... By: Dian Irmayanti



“Inget ya ini semua salah kamu!”, ucapku pada sosok berjubah hitam berparas tampan namun mempunyai hati bagai iblis. Ya dia adalah iblis.
what the hell? I just make opportunity and i just wanna help you. Saya tidak mau disalahkan!”. Ini yang membuatku kesal. Terperangkap pada perjanjian bodoh dengan iblis.
why? Why are you doing here? Menjebak aku dalam permainan kamu?”
“Ingatkah kamu, bahwa sesungguhnya aku sang penentang tuhan, sang iblis telah membuat kesepakatan dengan tuhan untuk tidak mengikuti seluruh perintah Nya. Jangan bilang kau tidak tahu akan hal itu.” Yes, i dont know about that. But why?
“dan sekarang kau ingin menebus kesalahan kamu dengan lompat dari sini? Hahahaha.. justru itu yang aku harapkan. Kau jatuh mati bak bangkai anjing yang berada disana. Dari sini aku hanya menyaksikan kebodohan yang kamu buat dan menantimu di neraka bersama ku. Ayo silahkan kau lompat dari sini!”, lanjutnya. Iya aku dan iblis itu sedang berada diatas loteng ketinggian 20 meter. Angin disini cukup kencang dan bisa saja angin itu mendorongku untuk jatuh ke dasar. Tapi apakah aku bisa menanggung dosa yang telah aku lakukan? Iblis terkutuk! Aku akan segera membunuh mu kelak. Soon, i will kill you and together will die in the hell.



Before that, i......

Dalam malam yang gelap, aku seolah tidak mempedulikan perasaan ku yang selalu membuat ku sengsara. Menikmati penderitaan ku dengan melihat semua orang bahagia melihat derita ku. Aku benar benar merasa dipenjara oleh penyakit ini. Hati yang tak bisa berjalan bersama logika. Ilmu tentang rasionalisme tidak ku pakai semenjak aku merasakan penyakit hati yang telah akut ku derita. Apa yang sebenarnya ingin ku perbuat? Dan haruskah aku terjebak dalam situasi yang sempit seperti ini? Tak peduli. Aku saja tak mempedulikan hidup ku. Ku nyalakan rokok dan ku hisap bersama dengan segelas vodka yang barusan ku colong dari teman ku. Benar benar terasa abu abu. Aku tak peduli dengan ini semua. Yang ku pedulikan adalah bagaimana aku tenang.
Hey you my lady. I know how do you feel that. I know what do you want. I’ll help you. I’ll help you. Join me.”, suara itu, berasal dari luar jendela kamar ku. Siapakah dia? Berani nya ia menyelinap ke rumah orang? Dasar manusia tidak sopan.
“Who are you? What are you doing here?”
“Take it easy my lady. Im your angle. I’ll help your problem.”
“Tahu apa kau tentang permasalahan ku?”
“Hahaha.. aku tahu semua yang kau gumankan dalam hati mu. You want to killing someone? Right?”, bagaimana dia bisa tahu apa yang aku inginkan sekarang? Sebenarnya siapa dia? Dan bagaimana dia bisa berada disamping ku sekarang?
“Bagaimana kau tahu? Siapa kau sebenarnya?”
“saya bilang dari awal saya adalah malaikat mu. Saya bisa bantu kamu balas dendam dengan dia. Saya bisa mewujudkan keinginan mu dalam waktu sekejap.”, but impossible. Mana mungkin malaikat akan membantu keinginan ku? Mungkin karena efek meminum vodka berlebihan. Dan tak terasa aku sudah menghabiskan dua botol vodka.
“Aku akan mengabulkan permintaan mu, if your life has be mine. Deal?”, entah mengapa aku? Entah apa yang aku pikirkan sehingga aku membuat kesepakatan dengan iblis itu.
“Baik, aku akan terima tawaran mu itu.”. dengan segala kebodohan ku aku terima tawarannya. Dan aku akan menjalan kan aksi balas dendam ku padanya. Iya, orang yang sudah membuatku seperti ini.
******
Pukul 00.13 am
Aku mendatangi sebuah club, dimana dia ada disana. Dan benar saja, aku menemukan dia sedang bercumbu dengan seorang PSK murahan. Jijik melihat dia dengan wanita rendahan seperti dia. Aku benci hal ini, benci.
“Take it easy my lady. Remember our planned. Jangan kau kacaukan rencana yang telah kita buat!”, seperti biasa pria berjubah selalu ada didekatku. Untuk melancarkan aksi itu, aku menyamar sebagai pelayan club itu dan menawarkan minum yang sebelumnya sudah kuberikan darah anjing yang sebelumnya ku bunuh dijalanan agar ia menjadi lebih mabuk dan lebih menggila.
“ini pesanan tuan. Silahkan diminum.”. lalu aku pergi melihat dari kejauhan bagaimana reaksi dari dia. Dan benar saja. Ia menjadi menggila akibat minuman yang ku berikan dia minum. Lalu iblis itu menuntun dia untuk keluar dari club. And that’s right, dia sekarang berada didalam mobil ku. Iya, hanya aku dan dia berdua dalam mobil ku. Ia sedang tidak sadarkan diri. Tertidur pulas dengan ocehan ocehan yang ia lontarkan. Mungkin ia sedang terpengaruh dengan darah anjing itu. Aku membawanya ke tempat yang selalu kita datangi waktu dulu. Iya aku dan dia akan pergi ke puncak dan disanalah aku akan menghabisi nyawa nya dengan tangan ku sendiri. Aku dan si iblis itu tertawa lepas atas rencana yang kita buat, and it’s working. 2 jam perjalanan dan akhirnya aku sampai pada tempat tujuanku. Tempat menjadi saksi bisu atas perbuatan ku.
“Alivia, i know you here right now. Im so sorry, it’s all my mistake. I had make you disappointed with me. I can’t be your dearest forever. I can’t be yours. But i just wanna say, i always love you forever.”, ucapan nya yang mengigau itu membuatku tidak berdaya. Entah apa yang terjadi pada ku saat itu, aku memutuskan untuk membatalkan aksi pembunuhan itu. Dia pun terbangun dalam pengaruh minuman itu.
“Why Denta? You know, im affraid what you did last night, when you leave me. In here.. why did you say? I don’t understand until now.”
“Alivia, forgive me. You can killing me, in here, right now. I know you want to kill me now. Please, killing me hardly.” Ucapan itu, benar benar membuat ku tak bisa melakukan itu. I can’t...... i can’t.........
“Please tell me the truth. What is happen?” tak lama ia mengambil sepucuk surat dari dompetnya, ia memberikannya padaku. Dan ia mengeluarkan pisau nya untuk diberikan padaku.
“please killing me!”
“I can’t.....”, tak lama ia menarik lenganku dan pisau itu menusuk dada nya, tepat dijantung nya. Kami pun dalam keadaan berpelukan, pelukan penuh darah. Benar benar hal yang tak ku inginkan. Mengapa ia melakukan itu sendiri?
“Someday, you’ll know what am i doing now. But i just want to tell you, in the hell i always love you. Because you’re my last, my destination.”. dan ia memejamkan mata nya untuk selamanya. Forever, he can’t open his eyes. Ku baca surat yang ia berikan kepadaku sambil jasad nya menempel dibadanku, dalam pelukan ku.



Dear Alivia, My dear

Before you read this letter, maybe i had going to far away. Maybe i can’t open my eyes, can’t hold your hand, really can’t to do something that make you happy.
Alivia..
I know you, and you really dissappointed with me. Forgive me. I must to leave you. Doesn’t matter what you said that, i really sorry..
Alivia..
You know, i really love you? Maybe you didn’t know about my feel. Actually, i was exposed to the disease of HIV/AIDS. Last night, when i met you and i was S*x with the other girl. Honesty, i dont want to did it. It’s all my fault. I was tempted by the devil’s seduction betrayed you. I was maked agreement with him. Because i stress. My parent’s wanna me a get married with the other girl, not you. And why i was did it? Why i maked agreement with him? I don’t know.
Alivia..
Forgive me i make you hurt by me.
Forgive me if i always love you..
Forgive me i must to did it likethat.
Forgive me... i must go to hell..


Denta



Oh My God, Denta.... aku selalu berpikir kau mengkhianati cinta ku. Ternyata aku salah. Maafkan aku denta. Maaflkan.. aku menangis dipelukan jasad denta. Semua salah mu iblis. Salah mu.. SALAHMU!!!

********
Top Of the Building, i and this devil.....
“Jelas ini salahmu. Kenapa kamu menghasut ku dengan seperti ini?”
“Simple. Kamu adalah manusia lemah. Lemah akan iman kamu, lemah akan cara berpikir mu. Dan sekarang kau membunuh denta. Dan jelas ini adalah tujuan ku”. Aku tidak pernah menyangka aku terperangkap dengan iblis ini. Aku benar benar menyesal. Namun tanpa berpikiran panjang, aku menarik nya dan membawanya melayang bersama ku, menarik nya dan membawanya mati bersamaku. Bersama penyesalan yang sudah kuperbuat selama ini. Bersama kesalahan yang selalu membuatku tidak bisa memaafkan diriku. Membuatku merasa bodoh.
“Percuma kamu bawa saya. Saya akan tetap hidup hingga akhir zaman. Dan kau adalah puluhan juta orang yang sudah berhasil ku hasut.”
“memang kamu tidak akan bisa mati dengan mudah. Namun pada hari kiamat nanti, kau akan bertemu dengan ku di neraka. Kita akan sama sama menikmati hukuman tuhan kepada kita. Ingatlah itu!!”
Dan sekarang aku adalah jasad yang sudah mati akibat kebodohan ku sendiri. Aku dengan simbahan darah yang menghiasi jalanan itu. Aku yang tidaklah indah seperti dulu. Aku yang sekarang sama dengan bangkai anjing dijalanan sana. Mungkin kematian ku akan menjadi penyesalan ku. Namun aku dapat menebus semua kesalahan ku di neraka. Dan sang iblis tertawa lepas dari atas gedung di ketinggian 20 meter. Seolah ia sudah berhasil membuktikan sumpah nya kepada tuhan. Akulah jutaan orang dari perangkap iblis itu. Akulah satu dari puluhan juta yang bernasib sama dengan korban iblis itu. Aku, denta, dan puluhan juta umat manusia yang terpenjara dengan kesepakatan iblis.

0 comments:

Post a Comment