Sunday, 16 October 2016

H.O.P.E






HOPE..
By   : Adian Dee










Keinginan ku untuk hal itu tidak lah ada. Tak akan ada. Sampai kapanpun tak akan ada. Hingga usiaku bertambah makin tua, semakin tua, dan semakin tua, hingga mati pun, harapan tidak ada. Never. I just trust it. There’s nothing dream, hope for the future. Tidak ada….


#1       : Impossible
Pagi ini hanya pagi biasa. Nothing special. Kemacetan dijalan raya sudah mulai terlihat, banyak pengguna jalan yang rusuh akibat kemacetan itu sendiri. Mungkin karena ini hari senin. Banyak pembantu kantoran, anak sekolah masih polos yang tidak tau tentang negara, pelayan pemerintah, hingga penguasa jalan raya ada disana. Aku hanya menyaksikan kericuhan dari atas pencakar langit, dan menikmati kebisingan suara kendaraan saja. Ya, aku hanya kumpulan daging yang tidak mempunyai apa – apa. Hanya gedung tua bekas kebakaran beberapa tahun yang lalu, yang masih kokoh sehingga tempat inilah aku jadikan tempat tinggal permanen ku. Walaupun aku sering dikejar – kejar pelayan pemerintah karena identitas ku entah kemana pergi nya. Ya, it’s me. Dengan segala keblangsakan ku. Setidaknya hari ini adalah makanan tersajikan dengan sangat buruk, namun aku bisa menikmatinya.
Pagi? Iya pagi. Kenapa aku tidak pergi dari sini. Mencari nasi dan secangkir kopi untuk aku nikmati. Sembari bersantai ria dari ketinggian sekitar 45 meter, memandang pemerintah yang sebentar lagi bobrok akibat inflansi dari Negara lain. Tetap merdeka hanyalah kata usang tak pernah terwujud. Sebentar lagi papua hanyalah kubangan penderitaan dan sebentar lagi neraka menyambut papua.
Lagian apa hak ku memikirkan Negara ini? Abaikan saja. Setidaknya arya datang membawakan ku roti isi dan kopi hitam sesuai dengan pesanan ku setiap hari. Ya, setidak nya aku masih punya sahabat yang tidak se anjing para koruptor, yang sedang berleha leha.
“Hey Ardi, sang politikus miskin karena terlalu ikut campur urusan Negara. Kubawakan pesanan mu sesuai permintaan”
“Hey Arya, sang konglomerat penguasa papa tajir. Terima kasih atas bantuan mu. Kau boleh pergi dari sini. Tugas mu sudah selesai”
“What the hell? Udah berapa lama kita sahabatan? Berani nya elo ngusir gue dari gubuk elo.”
“Eits, jangan menghina pemberian tuhan. Inilah istana gue. Istana kebebasan yang gue idamkan selama ini.”
“Maksudnya elo terpaksa tinggal disini karena bokap lo.”, sialan. Arya buat aku membuka tawa pagi ini. Dialah sahabat yang tidak akan sebangsat para pengkhianat disana.
“Hari ini elo mau kekantor?” Tanya arya.
“Tidak, tidak ada berita hari ini yang menarik. Karena aku hanya ingin berita yang berbobot, agar bayaran ku tinggi.”
“Kenapa elo gak pindah aliran aja. Jadi wartawan entertainment kek, atau sport, atau travelling. Kan banyak uangnya. Elo bisa tenang deh gak diteror lagi sama body guard disana.”
“aku terlalu cinta sama dunia politik. Apalagi menjadi komentator dan menjadi judgement bagi para budak pemerintah. “
“Iya saking cinta nya, elo sendiri tidak sempat memikirkan diri elo sendiri. Tidak pernah memikirkan pernikahan. Inget ya, kita ini umur 28 tahun. Udah saatnya lo memiirkan masa depan.”
Enough. There’s nothing hope for me about it. And, sepertinya gue ada kabar menarik deh”
“Oh ya? Ok kita ke lokasi sekarang.”.
No, I just want to go by self. And you? Pergilah kekantor. Bisa bisa bos mu menahan gaji mu hari ini. Kasihan Nadia dan Ranti tidak bisa kau belikan baju dan sepatu untuk mereka.”, ya, aku hanya ingin sendirian ketika arya membahas masalah pernikahan. Aku sudah muak dengan kata kata itu. I just wanna be alone.
***********
Aku disini mengitari ibu kota yang menurut ku penuh dengan drama. Why? Karena setiap hari aku diliput dengat banyak keluhan atas kekasaran pemerintah dalam merangkul rakyat. Setiap hari dengan menenteng kamera jadul yang sudah usang, namun sangat berarti untuk ku. Karena inilah aku banyak dibenci oleh sebagian politisi di negara ku sendiri. Nama ku menjadi bahan pembicaraan dikalangan elite. Hebatkan aku? Sebuah prestasi yang akan memenuhi track record ku dalam sepanjang sejarah ku. Ok lupakan. Aku disini mencari sebuah kabar burung yang datang dari smartphone pemberian arya. Yang katanya korupsi datang dari kalangan pejabat rakyat. Aku tak tahu kebenarannya. Lantas aku akan diam saja? Tentu tidak. Aku terus selidiki hingga tuntas. Aku bukan aparat negara, namun berita ku sangat dibutuhkan dikalangan rakyat.
            Hari ini dengan terik matahari yang sangat panas. Ok kita bicara seputar es teh manis. Dengan abang es teh yang selalu udar ider menjajaki setiap ibu kota mengais rejeki dengan caranya sendiri. Duduk disebelah abang es teh sambil berbincang mengenai keluhannya.
“Pak sudah berapa lama disini?”
“Wah saya mah udah lama disini. Sekitar 15 tahun lah”
“Wah lama juga ya. Menurut bapak pemerintahan jaman sekarang sama jaman dulu bagaimana?”
“Wah beda mas. Kalau jaman dulu saya tuh bisa beli minyak goreng seharga Rp.1200,- per liter. Tapi sekarang mah ampun deh. Beli beras aja sama kayak harga rokok murahan sebungkus”.
“Iya juga sih. Tapi bukannya pemerintahan jaman sekarang lebih tegas ya dibandingkan pemerintahan dulu?”
“Iya tegas. Hanya saja untuk masalah pembersihan koruptor masih aja belum tuntas. Bagaimana indonesia mau maju kalau para penjahat saja masih saja dilindungi? Seharusnya presiden fokus sama pembersihan para koruptor dengan cara pro dengan program KPK”. Wah, ini menarik untuk aku jadikan artikel. Dan aku gak pernah menyangka, seorang abang yang jualan es teh keliling bisa berbicara yang berbobot seperti ini. Wah perlu saya jadikan artikel dan kalau dimuat di situs blog bisa jadi bernilai mahal.
            Dan selanjutnya kami berbincang mengenai politik di negara ini. Aku gak pernah menyangka. Dan seharusnya seperti ini masyarakat pintar dalam menilai pemerintahan. Jangan asal dikasih nasi uduk plus uang satu lembar berwarna biru dua atau merah satu lembar mau aja dan tunduk aja sama pemerintah yang bandel nya gak ketulungan. Keren punya partner yang dapat dijadikan kritikus seperti abang es teh ini.
            Tak terasa satu jam lamanya kami berbincang. Akhirnya aku melanjutkan perjalananku untuk melihat ibu kota dan mengkritik dengan versi ku. Seorang jurnalis sejati tak dapat dikalahkan apabila berita nya dimuat berbobot sehingga para politisi dan kalangan elite menjadi marah dan membenci. Itulah yang kusuka. Walaupun nyawa taruhannya? Kebenaran harus selalu diutamakan dan ditegakkan.
***********


#2 – Kirana ku, Kembalilah!
16.30 jam ibu kota
            Didalam kereta ini aku merasa banyak keluhan dari para rakyat yang tidak suka dengan kepemerintahan ini. Apalagi aku, aku adalah sebuah buronan negara (mungkin). Ya hidupku benar benar tidak diperuntukkan untuk bahagia dinegara ini. Sebaiknya aku lebih memilih pindah saja menjadi warganeraga asing. Hanya saja kecintaan ku pada negara ini sangatlah besar. Tiba tiba suara handphone ku berbunyi. Apakah ini sebuah panggilan kerja, atau salah satu dari pembunuh bayaran untuk meneror ku? Sudahlah. Kita lihat saja.
“Hey Ardi, datanglah ke markas. Ada rencana besar dan ini membutuhkan bantuanmu. Tenang saja. Segepok uang untuk uang muka ada untukmu. Datanglah kemari. Aku tunggu jam 9 malam nanti.
Kirana”
Kirana, oh kirana. Wanita idaman semenjak smu. Aku tak menyangka wanita idaman ku kini menjadi pelacur yang dijual bebas murahan. Mungkin alasan inilah mengapa aku tak dapat membuka hati untuk wanita lain. Pesona mu membuat aku tak berdaya lemah bagaikan arwah melayang. Kirana, oh kirana.


21.00 pm waktu ibukota
            Yang dimaksud markas adalah tempat hiburan malam dan kirana selalu melayani tamu nya disana. Mengapa aku tahu? Karena aku tahu. Karenanya aku hampir mati disini karena aku tak sudi melihat lelaki lain menyentuh tubuhnya. Dan ribuan bogem mentah mendarat hingga oleh oleh yang kubawa hidung dan tulang rusukku patah. Setibanya disini, kirana yang selalu menggodaku dengan paras wajahnya nan anggun kini ia harus tampil all out dengan dress yang setengah lingerie ini. Ia menyambutku dengan ciuman panas dan oh... sungguh aku terbuai olehnya.
“Kau datang juga ardi”, ia menarik jaket kumuh ku, menarikku dan mengantarku pada sosok yang sudah tak asing lagi bagi ku. Ya, dia adalah penguasa rakyat jelata di seluruh indonesia, Reinaldi alias Bopeng, dia adalah mafia besar bagi ku.  Perlu kalian tahu, dialah yang membeli tubuh indah kirana wanita yang aku cintai selama ini.
“Sudah lama juga kita tidak bertemu, wahai wartawan tengil”
“Hey kau maha segalanya. Ada urusan apa denganku?”
“Elo tau kan gue maju jadi calon pejabat negara?” lho urusannya dengan ku apa? Masa bodo bukan urusanku. Kembalikan kirana padaku!
So, what’s your problem?”
“Gue mau elo tulis dan rekayasa fakta dengan elo memfitnah mereka. Ini list nama yang pengen gue singkirkan!”. Dengan sombongnya ia melemparkan sebuah kertas usang berisikan nama – nama penting dan sangat penting di kalangan pejabat negara. Betapa sedih dan kaget, rupanya Wirawan Nugraha, Seorang Ketua Komisi di jajaran DPR termasuk salah satunya.
“Ini list namanya, dan gue mau elo tulis dan rekayasa fakta yang ada. Dan ini uang muka buat elo, dan sebagai hadiah terima kasih, elo bebas menikmati tubuh indah permaisuriku.”, betapa jijik nya aku melihat bopeng berkata bak penguasa. Aku tahu ia seorang mafia terbesar bahkan polisi pun tidak berani dengannya. Demi apapun aku tidak akan memfitnah orang yang benar. Walaupun aku benci dengan sistem kepemerintahan sekarang tidak seperti zaman soekarno dulu, namun aku bersumpah tidak akan menulis tentang kebohongan. Aku tahu, Wirawan Nugraha adalah seorang politisi yang mempunyai track record yang sangat luar biasa. Bahkan akupun mengaguminya. Atas nama tuhan beserta isinya, aku tidak akan menulis dan tidak akan mau. Aku bersumpah!.
“Tidak. Tidak akan pernah segores pun tangan ini mengotori kertas ku tentang kebohongan. Tidak akan.”
“Oh jadi elo mulai berani ngelawan gue? Kirana....”, dan wanita ku cinta pertama ku datang kepadanya dengan gaya erotis menggoda datang menghampiri si brengsek itu. Aku muak dengan nya. Dengan senyuman maut nya, ia membalas sahutan keparat itu.
“Hey kirana sayang wanita ku, tolong ....................................................” si brengsek itu membisikkan perintah untuk kirana. Oh tidak, akal busuk apalagi yang akan aku hadapi? Oh tuhan, lindungi aku. Kini kirana mendekatiku dan membawaku jauh tenggelam dalam rayuan setan. Oh tuhan kucinta kirana. Sungguh aku tak kuasa dibuatnya. Kini ia menarikku lebih dalam saat yang lain pada pergi entah kemana. Pintu ruangan dikunci rapat, entah siapa yang menguncinya. Oh kirana, hentikan semua akal busuk si brengsek itu.
********************
“Kirana, aku mohon hentikan!”
“Bagaimana, kamu menikmatinya? Sudah lama kita tidak bercinta lagi.”, what? Persetan macam apa? Bahkan aku tak kuasa menyentuh sedikitpun tubuh mu. Memandangmu saja aku tak kuasa? Fitnah macam apa yang kau perankan kirana? Tiba – tiba saja aku berpaling dan segera memakai baju ku yang berserakan akibat ulah kirana. Sejujurnya aku memang menikmati, namun aku tak sanggup lagi. Benar benar tak sanggup. Aku ingin kirana seutuhnya menjadi milikku, bukan menjadi pion para iblis yan sengaja mensetting tubuh kirana.
“Kenapa, kenapa kau hentikan setelah kau menikmatinya?” ucap kirana yang membuatku semakin kesal padanya.
“Kirana, pakai baju mu. Lalu kita pergi bersama. Kubawa kau pergi dari neraka ini.”
“Ayolah sayang”, kini ia memelukku erat. Bahkan kurasakan buah dada nya menempel kepunggungku. Dan aku, PLAKK!!! Maafkan aku kirana sayang, aku terpaksa menampar pipi lembut mu. Kini ia hanya tersungkur kesakitan, sementara aku mencoba memakaikan kembali baju yang ia gunakan. You know that, ia benar benar tanpa busana dan sehelai benang pun tak ada pada tubuhnya.
“Kenapa ardi, kenapa kau lakukan itu ke saya?”
“Maaf, aku tak bisa menyiksamu lebih jauh. Dan aku tak mau menyiksa bathin ku lebih jauh. Ku akui ciuman mu sangat lihai. Tubuh indah mu sungguh buat ku terpaku, dan servis mu sungguh memuaskan. Tapi maaf aku tak bisa ikut denganmu. Ku akui aku mencintaimu semenjak kau selalu memakai sweater biru muda berambut kepang dua. Aku mencintaimu semenjak kau selalu perhatian pada buku buku yang kau baca. Dan aku mencintaimu semenjak ibumu memperkenalkan ku padamu.”
“Kamu tahu kan mengapa aku tak dapat bersamamu selamanya?”, akupun menghiraukan ocehan nya sembari aku memakaikan baju padanya juga kubaluti syal dan sweater yang kugunakan saat ini. Aku tak peduli. Yang kupedulikan hanyalah kirana saat ini.
“Ikutlah denganku kirana. Kau aman bersamaku. Kubuat kau berada dalam lindunganku.”, dan dari kejauhan pun, bopeng memunculkan wajah yang menjijikan dihadapanku . PROK… PROK… PROK…. Kira kira seperti itulah ia bertepuk tangan.
“Wow sungguh kisah cinta yang sangat tragis. Kirana, kemarilah”, kutahankan ia kembali kepangkuannya.
“Tidak!”
“Berani ya sekarang elo sama gue, wahai wartawan rendahan. Gue ha…”
“Kubuatkan kesepakatan saja. Aku akan ikuti permainanmu, dan sebagai imbalannya kirana menjadi milikku. Aku tak butuh receh hasi rampokan mu hari ini. Cukup kembalikan saja kirana padaku. Bagaimana?”
“Sudah berani ya sekarang. Elo menikmati tubuh permaisuriku dan sekarang elo menginginkannya juga.”
“Sungguh harga yang sangat adil bagiku. Kau butuh nama dariku, dan aku butuh kirana darimu. Kita sama – sama mempunyai kepentingan. Jadi, lebih baik kau mengalah dan ikuti permainanku”.
Brilliant!. Oke gue ikutin permainan lo. Elo akan tahu siapa gue sebenarnya. Dan gue akan….”
“Tanpa kau sebut aku tahu siapa kau. Ayo kirana, mari pulang”. Akupun menarik kirana keluar dari lingkar setan. Ada yang aneh, tanpa kekerasan, mengapa lebih mudah dibandingkan yang dulu? Yang terpenting aku dan kirana selamanya. Aku mencintaimu, Kirana Leswara.
“Jangan senang dulu Ardi Kusmawardhani. Permainan kita baru saja dimulai. Gue buat elo mati perlahan tersiksa.”.
********************



#3       : Oh Kirana ku…

07.00 am, disebuah tempatku yang antah berantah....
            Betapa senangnya aku, melihat kirana pertama kali sedekat ini. Walau peluh bercucuran, air mata tak dapat tertahan, muka lusuh pun ia tunjukkan padaku. Walaupun aku tak tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini. Kubuat kesepakatan bodoh dengan persetan ini. Aku tak peduli. Hari ini seakan harapan yang lama mati bangkit kembali. Perjalanan dari neraka itu menuju surga duniawi ku memang sangat jauh. Dan akupun tak dapat membawa kirana dengan ferari mewah seperti para pejabat Negara punya. Hanya tubuh ini yang dapat menopang tubuh kirana nan indah. Kita tak bisa tidur hingga saat ini. Rasa canggung yang besar ini membuat kita terpaku pada hal yang sama. Malu, ia ku akui malu, memalukan.
“Ardi, maafkan aku. Aku…”
“Sudahlah lupakan saja. Anggap aja semalam aku sedang mimpi basah. Ku akui aku ingin bercinta dengan mu. Tapi aku tak mau menikmati hal indah itu karena tekanan dari siapapun. “
“Maafkan aku. Memang aku bodoh. Maafkan aku. Kini aku malu berdiri dihadapanmu yang maha suci”.
“Jangan samakan aku dengan tuhan. Tuhan maha segalanya. Aku? Aku hanyalah pendosa yang mencoba untuk bertahan hidup, selagi tuhan memberiku waktu untuk hidup”.
“Ar….”, entah kenapa aku menghampirinya dan memeluk kirana ku. Ku biarkan ia menangis dipelukanku. Kubiarkan segalanya mengalir apa adanya. Kubiarkan ia berkeluh kesah dipelukanku.
“Ardi.. “
“Kirana”
entah mengapa, setan apa yang meracuni akal sehatku, kini aku dan kirana saling beradu birahi. saling beradu bibir, tanganku mulai menggerayang tubuh indah kirana ku. kirana pun menikmati nya. oh mengapa ini terjadi? oh kirana, tubuh mu sungguh menggoda.
********************









Tuesday, 16 August 2016

Kertas dan Pena (Just Sharing)

  • Seseorang pernah berkata kepadaku, 

  • "Jika kau sedang membutuhkan seorang untuk diajak berkomunikasi? Tulislah. Bertemanlah dengan kertas dan pena. Tulislah apa yang kamu rasakan, apa yang kamu pikirkan. Hingga rasa dan beban mu seketika hilang. Mungkin bisa menjadi sebuah puisi indah untuk dilihat dan didengar. Karena puisi yang baik adalah berasal dari hati. 

  • Namun jika kamu merasa belum puas? Carilah teman. Teman yang bisa saling berbagi rasa, berbagi derita, dan saling bertukar pikiran untuk mencari solusi bersama2. 

  • Namun jika merasa belum puas dengan solusi dari manusia? Ajaklah tuhan. Ikut sertakanlah DIA dalam setiap komunikasi mu. Karena sesungguh nya jawaban terbaik dan solusi terbaik adalah dari - Nya. Hablum minallah dulu, baru hablum minannas. 

  • Karena ketika kamu sedang dalam masalah? Karena ketika hati mu merasa sakit, allah sengaja mematahkan hatimu, allah sengaja membuat mu terjebak dalam masalah. Karena sesungguhnya allah rindu dengan kita. Allah rindu dengan kita yang selalu dekat dengan-Nya. Dan itu menjadi sebuah peringatan agar kita kembali ke jalan-Nya". .
    .
    Karena Hanya pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan macam ibadah (HR. Ibnu Katsir). Dan (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". (QS. 8:9). 

Like

Saturday, 13 August 2016

Berteduh dalam hujan

Dalam hati masih bertanya
Kapan terakhir kali hujan menerkam ku dalam takut?
Dalam benak masih bertanya
Kapan terakhir kali keluar dalam badai?
Mengapa aku selalu berteduh kala hujan datang?
Sementara paying diciptakan untuk melindungi dalam hujan?
Bukannya mudah tinggal buka saja payung dan gunakanlah diatas kepalamu?
Namun mengapa aku masih tetap bertahan dalam hujan, berteduh dalam dingin?
Mungkin kegilaan sudah merenggut otak ku
Sehingga logika tidak sebanding dengan jalan yang terbentang luas
Apa salahnya memilih didepan mata yang lebih mudah,
Sedang kita memilih jalan pintas yang dianggap pantas?
Tapi aku ya aku. Aku masih berteduh dalam hujan
Tak heran dingin badai hingga petir menerjangku
Walau bahaya didepan mata, namun aku tak peduli.
Tak pernah berlogika, tak pernah bersua, dan tak pernah sekalipun mencoba
Hanya aku, dan hujan.

Resiko dan kematian. 

Tuesday, 10 May 2016

Pagi yang tak dibangunkan -Adian Dee



Dalam hari rabu, tepat pukul 06.00 Pagi
Aku ditemani oleh beberapa buku yang baru saja ku baca semalam
Entah apa yang membuatku menjadi bangun, karena sesungguhnya hari ini malam berkelut
Sebuah buku kosong memanggilku, dan memaksaku untuk bersua
Tapi apa daya aku hanyalah Dua kata dan tidak ada kata lain selain dua kata itu.

Mendung selalu datang menemani ku juga logika
Rasanya tak sanggup aku membuat secangkir susu atau membuat sereal untuk pagi ku
Apalagi aku harus membangunkan fajar yang tak kuinginkan?
Rasanya hampa, tak ada yang harus ku bangunkan, termasuk pagi. 
mengutuk selalu menjadi malam kelabu, dan panji selalu abu abu
Tak ada lagi rasanya pohon kelapa tangguh
Tak ada lagi rasanya pondasi baja kuat
Tak ada lagi langit langit menggambarkan
Tak ada lahi pensil warna disitu
Tak ada lagi merah kuning hijau biru, bahkan merah muda sekalipun. 
Rasanya hamparan antariksa hitam dan beribu meteoroid saling bertabrakan
Karena hitam, menguasa
Dan hari ini pagi yang tak dibangunkan terjadi, dan aku menyimak nya.

Tuesday, 26 April 2016

Lagu Cinta (Ai No Uta) By : Adian Dee


Dear Aki,
Aku tahu penyakit ini takkan lama lagi merenggut nyawa ku. Namun sebelum itu penyakit ini merenggut semua ingatan ku bahkan tubuhku. Aku menjadi seperti bayi yang idiot dan yang pasti merepotkan seluruh orang orang disekitarku. I know it will happened.
Sebelumnya aku minta maaf pertemuan ku dengan kau menjadi sangat singkat karena penyakit ini mengharuskan aku untuk melupakan mu dan membuat seluruh orang menangis akan kepergian ku. Yang pasti di surga sana, aku pasti selalu mengingat mu. Mengingat semua kenangan kita, dan yang pasti aku selalu ingat perkataan mu sebelum aku meninggal dunia.
Lagu yang aku ciptakan sebenarnya itu tentang pengalaman ku. Pengalaman yang sangat pahit yang harus ku tanggung seumur hidup ku. Penderitaan akan cinta yang sangat menyakitkan. Harusnya lagu itu tidak aku putarkan untukmu. Karena ini akan menjadi sebuah kesakitan yang amat besar untuk mu.
Maafkan aku karena disisa umurku aku tidak bisa melawan penyakit ku. Malah aku menyerah dengan semua ini. Aku harus menyerah, mungkin ini yang terbaik untuk ku. Dan untuk semua yang setia disampingku. Aku mengucapkan terima kasih banyak untuk kamu yang selalu merawat ku dan memperjuangkan ku dari pertama kita bertemu hingga akhirnya tuhan berkehendak lain. I just wanna say thanks and forgive me.
Aki, ada satu hal yang ingin aku utarakan kepadamu. Sejak awal kita bertemu, aku langsung jatuh hati sama kamu. Entah mengapa kamu berbeda dari semua lelaki yang ku temui. Kau sabar menghadapiku yang lemah ini. Aku jatuh cinta sama kamu, dokter aki. Bagaimana perasaan mu? Apa kamu merasakan hal yang sama? Namun ini sudah terlambat untuk aku utarakan. Biarkan cinta ini aku simpan dan ku tulis dalam sepucuk surat ini.
Terima kasih atas kasih sayang mu yang selalu membuatku kuat hingga mencapai batasnya. Aku selalu cinta dan sayang sama kamu. Yang pasti kau jaga kesehatan dan jangan pernah ragu untuk melakukan hal yang besar. Kau adalah seorang dokter yang hebat. Aku salut sama kamu. And the last word, tolong jaga janji mu sebagai dokter. Aku pamit pulang dulu ya. Kuharap kita bisa bertemu lagi diruang dan waktu yang sama.

Your love, Ariana
*******
Day 3-2, 2014

Damai nya jiwa ini
bersamaan dengan semilir angin pembawa kesejukan hati.
Dalam hati ku bisikan lirih
Ku ingin selalu berasa disini
Menikmati indahnya dunia, takkan sama
Saat ku berada dalam hitam pekat
Selamanya, aku takkan seperti dulu kala
Bebas menikmati apapun yang tuhan berikan.
Saat ku tertunduk
Berharap seseorang mengangkat ku
Menunjukkan betapa hebatnya aku
Berharap pula seseorang membawa ku
Berjalan diatas taman yang anggun
Mungkin lirik lagu kusudahi sampai disini. Karena sekarang waktu menunjukkan pukul 09.00 pagi hari. Saat nya suster lidya dan dokter hendra mengecek kondisi ku. Tangan kiri dengan infusan (sebenarnya sudah puluhan botol infus yang setia menempel pada tangan ku), dan saatnya pula suster nabila pulang.
“selamat pagi ariana. Bagaimana kabarmu hari ini?” tanya suster lidya
“seperti biasa, tidak ada perubahan sama sekali.”
“biasanya kamu menulis.”
“sudah selesai kok. Sekarang aku siap jalani berbagai macam perawatan.”, tubuhku di otak atik oleh suster lidya, entah apa yang ia lakukan kepadaku, yang pasti perawatan medis menunjang proses penyembuhan ku. Tapi aku tak melihat dokter hendra disini. Apa dia datang terlambat? Entahlah. Aku tak ingin tahu juga.
“oh iya aku lupa ya, hari ini dokter hendra tidak bisa datang, dan gak bisa periksa kamu lagi untuk beberapa bulan ke depan.”
“kenapa suster?”
“karena beliau pindah tugas ke semarang. Sebagai gantinya, ada dokter yang menangani kamu dan ini spesial lho,” seperti biasa, dengan gaya bicara nya yang khas, membuat ku penasaran. Padahal aku sudah nyaman dengan dokter hendra. Tak lama kemudian, sosok berjubah putih layaknya seorang dokter, dengan paras yang tampan dan juga perawakan yang tinggi. Sepertinya ia bukan warga negara indonesia.
“Ohayou Gozaimatsu, my name is Akiyama Moritaka. You may call me aki. Nice to meet you, eto.... Ariana”, perkenalan dengan menggunakan bahasa inggris dengan aksen jepang yang khas, membuatku ingin tertawa. Karena aku sendiri tidak paham dengan bahasa asing. Mungkin dulu iya aku mengerti sedikit bahasa jepang dan inggris. Namun tidak untuk kondisi ku sekarang.


“Ok, sir Aki. Saya permisi dulu”, suster lidya meninggalkan ku. Saatnya aku dan dokter aki disini. Dokter aki serius dengan pengecekkan kondisi ku pagi ini. Entah ia bisa mengerti bahasa indonesia atau tidak. Entahlah.
“Ano, Ariana.. Could I ask one thing?”, dia mulai bertanya lagi pada ku. Entahlah aku bisa atau tidak membalas pertanyaan dia dengan bahasa asing ini.
“maaf, saya tidak bisa bahasa inggris”,
“oh iya saya lupa. Boleh saya bertanya?”, ternyata lucu juga. Bahasa indonesia yang diucapkan oleh orang jepang. Masih dengan aksen jepang yang khas, membuat ku tersenyum sendiri.
“silahkan dok!”,
“apakah hari ini kamu mengalami sakit kepala yang luar biasa?”,
“ya, seperti biasanya. Disertai mual yang berlebihan. Tapi saya merasakan hal yang beda dari penyakit saya dok,”
“Apa itu?”
“saya sudah tidak bisa berjalan, dan saya tidak bisa berpikir terlalu keras. Mungkin ini dampak dari penyakit ini”,
“kamu sudah menjalankan kemo terapi?”
“baru 5, tinggal 5 tahap lagi dok”, dan dokter aki sibuk mengecek kondisi aku. Aku pun tak mengerti apa yang ia kerjakan. Entahlah. Dari arah yang berbeda, datanglah seorang wanita yang sangat dekat dengan ku, riani. Ya dia sahabatku.
“Selamat pagi kesayangan..................”, ucapan nya terhenti karena melihat sosok yang baru yang membuat nya terkesima. Dokter aki membuat sahabat ku seperti melihat artis jepang. Ia pun berlarian menuju ku. Seperti sedang kesurupan, kesurupan sosok ganteng dihadapan nya.

 “Ariana, apa gue gak salah lihat? Ada artis jepang disini?”, ucapnya histeris, tapi tetap dengan nada bisik nya. Mungkin ia malu.
“iya, namanya dokter aki. Dokter yang biasa menangani ku sedang pindah tugas selama beberapa bulan”,
Dōnyū sa remashita. Watashi no namae riani. “, riani, kau sok memakai bahasa jepang. Aku tertawa dibuatnya. Dokter aki pun hanya tersenyum kecil membalas sapaan riani. Dan ia langsung melihat ku. Entah apa arti dari tatapan itu. Tapi aku tidak menanggapi nya.
“Baik kalau begitu, saya permisi dulu.”, dokter aki pun pergi meninggalkan kami. Riani tampak bersemangat hari ini. Ya hari ini adalah hari minggu dimana riani menemaniku disini seharian. She is my best friend that i had. Aku bangga punya kamu rin, hehe
********
“ariana, main gitar lagi dong. Kangen nih pengen denger suara lo”, bujuk riani. Memang selain menulis, hobi ku adalah bermain gitar. Walaupun tidak mahir memainkannya, tapi senang bisa memainkan gitar. Riani mengambil gitar yang ada di pojokan ruangan ku. Kupetik senar gitar, dan ku mulai memainkan nada asal asalan. Asal jangan gak enak didengernya. Secara spontan aku menyanyikan lagu dengan lirik yang spontan pula.
“............... Dapatkah aku meraih langit itu, ketika aku terjatuh dan tanah ini melekat erat sekali? Dapatkah aku memeluk bulan, ketika aku berbaring lama tak dapat bergerak raga ini? Dapatkah aku selalu ada disisi mu, ketika aku........ aku...........”, tak terasa air mata ini membasahi pipi ku. Ku hentikan permainan gitar ku. Riani yang sadar akan hal itu langsung meraih tubuh ku dan memeluk ku. Mungkin riani mengerti kondisi perasaan ku.
“Ar, i know you still love him. But don’t you be likethat. Jangan seperti ini. Kamu juga butuh seseorang yang bisa menjaga mu. Biarkan lelaki brengsek itu pergi bersama wanita lain. Tapi aku yakin kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik”, riani selalu mengatakan itu. Agar aku tak selalu memikirkan ibra, dia mantan kekasih ku.
“riani, maukah kau mendengarkan cerita ku?”, akhirnya aku membuka suara ku, mencurahkan segalanya kepada riani.
“Dengan senang hati.”

Sementara itu, dokter aki....
“Dokter Lilyana, can you explain the disease suffered by ariana?, actually i really dont understand. This is the first time I deal directly with the disease.”
Alzheimer's disease actually attack at the age of 65 years upwards. But age ariana fairly young could be attacked by this disease .Simtoma Alzheimer's is characterized by changes degenerative on a number of neurotransmitter systems, including changes in the function of monoaminergic neural systems that release of glutamic acid, noradrenaline, serotonin and a series of systems that are controlled by neurotransmitters. Degenerative changes also occur in some areas of the brain such as the temporal lobe and parietal lobe, and parts of the frontal cortex and gyrus singulat, followed by a loss of nerve cells and synapses. may you have studied this disease before.”, Dokter lilyana menjelaskan tentang penyakit yang ku derita.
”Yes, i know. But why the condition of the body ariana actually decreasing? supposed to chemotherapy ariana conditions could be better than before. Why?”
“actually, i dont know what was happened with her. But im sure she hiding something that she tortured her own self.”
********


Day 2-1 at 00.00 am
Ya, hari kemarin menjadi hari yang bisa dibilang bercampur aduk. Hati dan pikiran ku sepertinya sudah tidak kuat menahan ini semua. Seharusnya aku tidak memikirkan hal ini, demi kondisi ku. Tapi mengapa bayang nya selalu ada dan muncul di pikiran ku? Tok tok.. tok tok.. dokter aki datang menemui ku. Ku kira dia sudah pulang. Tapi mengapa larut malam ini dia datang kesini? Seharusnya dia tidak kesini.
“mengapa dokter kesini?”
”please call me aki. Jangan panggil saya dokter.”
“maaf, kenapa kamu kesini?”
“entahlah. Saya ingin kesini saja. Boleh kan?”
“dengan senang hati. Ada yang bisa saya bantu?”
“bagaimana hari mu kemarin?”
“seperti biasa. Tidak ada yang spesial.”, aki melihat disekitarku. Pandangannya terhenti kearah gitar ku. Mungkin ia akan bertanya kenapa gitar ku bisa ada disini.
“oh gitar itu, aku yang meminta. Dan dokter hendra mengijinkan aku bermain dan membawa gitar disini. Ada yang salah?”, penjelasan ku.
“sepertinya kau cinta dengan gitar kamu. Boleh aku mencoba memainkannya?”
“bukan nya tidak boleh ya berisik tengah malam?”
“tenang saja, aku akan bermain pelan kok.”, aki pun memainkan pertunjukkan akustik nya. Rasanya ada yang beda dengan malam ini. Mengapa aku? Ada apa dengan aku? Aku yang masih baru dengan dia tiba tiba muncul perasaan ini? Entahlah. Aku salut dengan permainkan gitarnya. Membuatku semakin kagum.
“how old are you now?”
“25 year old. Itu kamu bisa bahasa asing?”
“entahlah. Kata kata itu muncul begitu saja”, kami pun banyak cerita mengenai pribadi kita masing masing. Aki dengan sejumlah pengalaman yang hebat. Sebelumnya dia adalah dokter spesialis kanker dan baru lima tahun dibidang tersebut. Dan sekarang ia ditugaskan ke indonesia untuk menangani kasus penyakit kanker otak, yang sebelumnya ia lebih sering menangani kasus kanker selain kanker otak. Dan ini adalah pertama kali nya ia menangani al zheimer. Dari pengalaman yang bahagia hingga pengalaman yang begitu pahit ia ceritakan padaku. Menurutku dia adalah sosok pahlawan yang benar benar dibungkus dengan perawakan layaknya artis jepang terkenal. Aku salut pada nya.
“bagaimana dengan pengalaman mu?”, seketika aku terdiam. Aku tak bisa menjelaskan nya pada aki. I can’t...
“maaf jika saya lancang sebelumnya. Namun percayalah. Saya ingin tahu pengalaman mu saja. Dan saya janji akan merahasiakan hal ini pada siapapun.”, lalu ku ceritakan seluruh pengalaman hidup ku. Sejujurnya aku tak biasa bercerita kepada seorang laki laki, apalagi laki laki yang baru ku kenal tadi pagi. Entah kenapa ini bisa terjadi, tapi aku tetap ingin berbagi pengalaman ini dengan dia.
sokka, naruhodo. Sama dong. Saya juga pernah mengalami hal itu. gagal dalam hubungan percintaan karena orang tua mantan saya tidak setuju dengan saya. Alasan nya ini itu lah. Namun bisa dipastikan semua itu bohong. Karena tak lama kemudian ia melangsungkan pernikahan dengan lelaki lain. Kita sama, hanya beda waktu dan negara saja.”, tangisan ku makin menjadi jadi akibat cerita ku sebelumnya. Tiba tiba aki memeluk ku. Dia mempersilahkan aku untuk menangis. Tangisan itu semakin keras dan semakin menjadi jadi. Aku tak peduli dengan pasien lain. Aku tak peduli dengan sekitar ku. Yang pasti perasaan ku saat ini, aku hanya ingin tenang. Tenang dan tenang.
********

to be continue.....