Wednesday, 21 June 2017

Left Unsaid - prolog

"Kamu tahu kan kalau saya begini karena saya sayang sama kamu. tapi jika terus begini, lebih memikirkan ego kamu dibandingkan kepentingan lain, saya juga yang cape. ingat tujuan awal saya dengan kamu bagaimana", Ucap Arkana. ya, kita pada saat itu sedang bertengkar hebat. dan saat itu aku benar benar tidak dapat berkata apapun. yang dapat kulakukan hanyalah menangis, dan menangis. 
"berapa banyak waktu saya tersita hanya karena kamu menangis? kamu tahu kan akibat dari ini semua? pekerjaan saya tersita, acak acakan. berapa banyak kerugian yang harus saya tanggung hanya karena menangis?", Lanjut Arkana. dan aku masih terdiam.. namun tak tahu kenapa, langkah ini seketika ingin bergerak meninggalkan dia tanpa meninggalkan sepatah kata pun. and that is true, aku pergi meninggalkan arkana. dan semenjak saat itu, rasa penyesalan selalu menghantuiku. iya, penyeselan selalu datang setelah apa yang sudah terjadi. kini aku menyesal telah merubah arkana menjadi orang yang tak kukenal. 2 tahun pun berlalu, arkana masih menjadi orang yang tak kukenal semenjak kejadian itu. 

0 comments:

Post a Comment