Wednesday, 21 June 2017

Restorasi Jiwa

Ketenangan yang kubuat
Seketika berubah menjadi bomerang yang tak mereda
Karena aku juga
Badai mengancam keselamatan miris diujung asa
Amarah bergejolak tak berlogika
Ketakutan menerjang tak beralasan
Hingga buat mu merasakan ledakan amarah yang hebat.
Sungguh sesal bak linangan air mata jatuh tak karuan
Bak perpaduan rasa yang rancu abstrak tak beralur indah
Bak puisi sendu chairil anwar menjadi soundtrack sepanjang masa
Aku lahir kembali tanpa rasionalisasi, dan tak berlogika.
Pantaskah aku kembali bereinkarnasi menjadi seorang pejuang?
Pantaskah aku kembali layaknya cabang pohon dengan segudang harapan?
Pantaskah aku kembali menjadi sosok kartini yang menenangkan anda?
Entahlah.
Sampai kapan? Aku tak tahu.

Biar waktu berjalan membawa harapan yang tak pernah usai dan selalu mengalir padanya.

0 comments:

Post a Comment